Selasa, 02 Maret 2010

Biling Hotspot

Billing Hotspot adalah software billing untuk manajemen dan menghitung tarif pemakaian koneksi internet pada jaringan komputer wi-fi atau wireless baik berdasarkan waktu (time-based) maupun berdasarkan kuota (volume-based) dengan sistem prabayar (pre-paid) maupun pasca bayar (post-paid). Billing Hotspot merupakan Wi-Fi Billing sangat tepat untuk diterapkan pada jaringan Wi-Fi Hotel, Vila, Apartemen, Kampus, Restoran, Cafe, Warnet, Game Center, RTRW-Net, Mini ISP, Kos-kosan dan Komunitas Pengguna Internet lainnya.

hotspot service

Didasarkan pada Standard 802.11x dengan berbagai metode EAP Security. Billing Hotspot memiliki kompatibelitas dengan berbagai jenis hardware WLAN dan teknologi akses internet. Hal ini memungkinkan operator Hotspot dan Wi-Fi untuk membuat dan memodifikasi service secara cepat dengan biaya operasional yang rendah. Dengan demikian secara efektif bisa mengurangi managemen biaya yang relatif mahal. Billing Hotspot menerapkan sistem AAA (Authentication, Authorization and Accounting) yang di sediakan build-in oleh Radius server.

Billing Hotspot juga menyediakan lengkap dan manajemen bandwidth yang memungkinkan untuk membuat secara mudah paket sistem prepaid dan postpaid serta membuat voucher secara cepat disebut voucher generator. Di lengkapi dengan kemampuan manajemen jaringan secara efektif, sistem keamanan yang tinggi dan build-in firewall.

Hotspot Manager

Kenapa Harus Billing Hotspot

- Installasi yang mudah dan cepat (settingless)
- Multi bahasa yaitu Inggris, Indonesia dan bisa anda buat sendiri
- Multi tarif yaitu time-based dan volume-based maupun prepaid dan postpaid
- Tarif bisa di setting jam tertentu saja, sangat cocok untuk perkantoran
- Membuat voucher perdana secara massal disebut voucher generator
- Membuat voucher refill secara massal disebut refill generator
- Isi ulang voucher atau refill voucher bisa dari user maupun server
- Bisa membuat voucher username dan password dari user hotspot
- Manajemen kasir secara bertingkat, misal admin, sales, operator, dll
- Bisa kirim pesan atau chatting ke user sebagai media promosi
- Bisa di remote dari manapun baik lokal intranet maupun internet
- Manajemen banner atau e-iklan di Welcome Login Page (enterprise)
- Banner iklan bisa dibuat dalam bentu gambar maupun teks (enterprise)
- Support NAS List : Mikrotik maupun Chillispot

Keuntungan menggunakan Billing Hotspot

- Tanpa installasi dan setting apapun di user (plug & play)
- Biaya investasi murah karena di jalankan pada opensource (Linux)
- Billing berdasarkan pengaturan bandwidth, sangat cocok untuk RTRW-Net
- Web-based secara terpusat (web-based centralized)
- Sebagai media promosi bisnis anda dan sekitarnya yaitu e-iklan
- Tidak di batasi oleh banyaknya jumlah Access Point (AP)
- Tidak tergantung pada sistem hardware tertentu
- Bisa di integrasikan dengan Mikrotik Router OS
- Bisa di integrasikan dengan software Hotel (PowerPro)
- Bisa di integrasikan dengan inteface Datacom dan Software Hotel (Fidelio)

Paket Server Hotspot RTRW-Net, Cafe, Resto, Warnet

Paket Server Hotspot RTRW-Net, Cafe, Resto, Warnet sudah terinstall dengan baik sehingga tinggal colok hotspot anda langsung jalan dan tidak membutuhkan setting apapun. Gratis ongkos kirim untuk dalam kota (pulau) dan untuk pengiriman luar pulau di sesuaikan dengan paket/travel yang bersangkutan.

PAKET CAFE

PAKET RT/RW-NET 1

PAKET RT/RW-NET 2

  • Casing Simbadda SIMX-641 380W
  • Mainboard PCCHIPS P43G
  • Intel Pentium 4 Dual Core 2.20GHz
  • Harddisk Seagate 250GB SATA 7200RPM
  • Memory DDR2 1 GHz PC800
  • OnBoard VGA 64MB Shared
  • OnBoard Sound with HD Audio Codec
  • OnBoard LAN 10/100Mbs
  • PCI Adapter DFE-538TX 10/100Mbps
  • Combo Drive DVD/CDRW
  • Simbadda Keyboard SK-800
  • Simbadda Mouse Optical SM-200
  • Access Point Linksys WRT54GL
  • Billing Hotspot versi Standard

COVERAGE AREA ± 100 M

  • Mikrotik RB433 OS Level 4
  • Antenna Omni 15dbi 360°
  • MiniPCI R52H A/B/G 350mW
  • OutDoor Box 25X15X10
  • uFL Pigtail to N Female
  • PoE (Power over Ethernet)
  • Adaptor 24 Volt 3 Amp
  • Cable Coax Jumper 0.08M Male Connector
  • Bracket Metal Ring 1¾
  • Mounting Plate
  • Billing Hotspot Standard
  • Casing SIMX-641 380W
  • Mainboard PCCHIPS P43G
  • Intel P4 Dual Core 2.2GHz
  • HD 250GB SATA 7200RPM
  • DDR2 1 GHz PC800
  • OnBoard VGA + Sound
  • OnBoard LAN 10/100Mbps
  • Combo Drive DVD/CDRW
  • Keyboard, Mouse PS/2

COVERAGE AREA ± 1 - 3 KM

  • Mikrotik RB433AH Level 5
  • Antenna Sectoral 120° 20dbi (3)
  • MiniPCI R52H A/B/G 350mW (3pcs)
  • uFL Pigtail to N Female (3)
  • Cable Coax Jumper 0.08M Male Connector (3pcs)
  • OutDoor Box 25X15X10
  • PoE (Power over Ethernet)
  • Adaptor 24 Volt 3 Amp
  • Bracket Metal Ring 1¾
  • Mounting Plate
  • Billing Hotspot Standard
  • Casing SIMX-641 380W
  • MB PCCHIPS P43G
  • Intel P4 Dual Core 2.2GHz
  • HD 250GB SATA7200RPM
  • DDR2 1 GHz PC800
  • OnBoard VGA Shared
  • OnBoard Sound
  • OnBoard LAN 10/100Mbps
  • Combo Drive DVD/CDRW
  • Keyboard PS/2 SK-800
  • Mouse Optical SM-200

COVERAGE AREA ± 5 - 8 KM

Rp. 5.650.000,-

Rp. 8.500.000,-

Rp. 12.800.000,-

Bila sudah mempunyai perangkat hardware hotspot anda bisa langsung pesan software Billing Hotspot sesuai dengan harga dan fitur yang anda inginkan.

Kamis, 04 Februari 2010

Tips dan Trik Instal Windows XP Via USB Flashdisk

A. Membuat Bootable USB FlashDisk

Pertama kali anda harus membuat USB Flashdisk bootable. Berikut akan diberikan langkah-langkahnya.

1. Buat folder di drive C dan beri nama foldernya WinXP.
2. Copy file USB PREP8.zip, PeToUSB.zip dan Bootsect.exe pada folder WinXP.
3. Extract file USB PREP8.zip, dilanjutkan dengan Extract file Bootsect.zip.
4. Extract file PeToUSB_3.0.0.7.zip, kemudian Copy file PeToUSB.exe ke folder USB_prep8.
5. Klik dua kali file usb_prep8.cmd yang ada didalam folder USB_prep8.
6. Setelah muncul tulisan “Press any key to continue” dan menekannya, maka akan tampil windows PeToUSB.
7. Biarkan tampilan Windows PeToUSB dan jangan ditutup.
8. Format USB Flashdisk.
9. Setelah proses format Flashdisk maka jangan menutup windowsnya.
10. Kemudian pada Desktop, klik Start, pilih Run, dan ketik cmd (lalu tekan Enter atau klik OK).
11. Ketik CD\ (lalu tekan Enter).
12. Ketik CD WinXP.
13. Ketik CD Bootsect.
14. Ketik bootsect.exe /nt52 E: (dimana E adalah drive USB, tergantung drive USB berada).
15. Bila E berarti harus ketik : bootsect.exe /nt52 E: (lalu tekan Enter).
16. Jika berhasil, maka akan muncul tulisan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes”.
17. Kemudian tutup Command Prompt tsb (Bukan yang usbprep8).
18. Tutup juga windows PeToUSB.
19. Pada windows Command Prompt yang usb_prep8, tepatnya ditulisan Enter your choice : Ketik angka 1, kemudian tekan “Enter”.
20. Silahkan browse ke drive CD O/S Windows XP, Ketik angka 2 kemudian tekan “Enter”.
21. Masukkan huruf yang belum terpakai untuk nama drive contoh”F”, Ketik angka 3, kemudian tekan “Enter”.
22. Masukkan huruf tempat drive USB Flashdisk berada, contoh”G”, Ketik angka 4, kemudian tekan “Enter”.
23. Mulai Proses copy ke USB Flashdisk.
24. Kemudian akan muncul pertanyaan apakah anda ingin mengformat drive “F”. Ketik “Y” lalu tekan “Enter”.
25. Jika sudah tekan “Enter” lagi untuk melanjutkan prosesnya.
26. Kemudian tekan “Enter” lagi.
27. Setelah itu akan muncul pop up, klik “Yes”.
28. Klik “Yes” lagi jika ada popup yang muncul.
29. Klik “Yes” untuk melakukan “Unmount virtual drive”.
30. Proses selesai, OK.
31. Kemudian tutup windows Command prompt usbprep8.
32. USB Flashdisk yang bootable sudah siap digunakan untuk install O/S Windows XP pada Notebook anda.

B. Step Install O/S Windows XP pada Notebook

1. Masukkan USB Flashdisk ke port USB pada Notebook.
2. Setting Notebook untuk Boot pertama dari USB.
3. Lakukan dengan menekan terus F12 saat booting.
4. Setelah masuk BIOS, nanti saat install, pilih yang mode “TEXT SETUP”.
5. Proses install O/S Windows seperti yang biasa dilakukan (Membuat Partisi dengan format NTFS).
6. Setelah itu Restart Netbook, selanjutnya pilih yang “GUI MODE” (Bukan yang TEXT MODE).
7. Jika harus Restart lagi, maka pilih lagi yang “GUI MODE”.
8. Bila proses install O/S Windows XP selesai, maka jangan mencabut USB Flashdisk.
9. Masuk terlebih dahulu ke Desktop Windows XP buka “Safely Remove Hardware”, kemudian lepas USB Flashdisk.
10. Jangan lupa untuk mengembalikan setting BIOS untuk booting ke hardisk kembali.

Rabu, 03 Februari 2010

Membuat HotSpot

Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak. Mulai dari cafe, restoran, sampai hotel pada umumnya menyediakan layanan Internet tanpa kabel ini. Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.

Sayangnya, tidak semua orang mengerti bagaimana cara membangun infrastruktur Wi-Fi. Kurangnya informasi dan mungkin harga yang agak mahal membuat banyak pemilik tempat usaha enggan untuk membangun hotspot. Padahal, adanya hotspot ini sangat berpotensi untuk menambah daya tarik dan juga bisa menambah penghasilan dari tempat itu sendiri.

Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.

1. Tentukan konsep hotspot Anda
Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.

Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.

2. Akses Internet yang cukup cepat
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.

3. Membuat hotspot tanpa billing
Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu). Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini. Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).

Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access Point terpisah.

4. Membuat hotspot dengan billing
Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.

Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.

5. Konfigurasi akses Internet
Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point).

Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat Anda.

Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router Anda.

6. Masalah DHCP server
Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.

Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.

Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot. Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.

7. Memantau statistik user
Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu Account Table atau sejenisnya. Di sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem. Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.

8. Enkripsi yang tepat
Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.

9. Client yang ingin mengakses
Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah.

Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.

Selasa, 02 Februari 2010

Tips dan Cara Login/Membuka Account Email Yang Aman Dari Hacker

Setiap kita hendak membuka email sebaiknya kita harus waspada dan berhati-hati untuk tidak sembarangan login di sembarang tempat tanpa mempehitungkan aspek keamanan. Keteledoran bisa saja mengakibatkan password anda dapat diketahui oleh orang lain baik yang berpengalaman maupun yang tidak berpengalaman. Biasanya para hacker/cracker alamat email yang telah berhasil mendapatkan password dan masuk ke dalam email korban akan membaca email pribadi, menghapus email, mengganti setting, mengirim email jahat, bahkan mengganti password dan juga bisa jadi mendelete alamat email anda untuk selama-lamanya. Untuk itulah kita harus berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan password alamat e-mail kita.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga passwod kita tidak diketahui oleh orang lain :

1. Ganti passwod email anda dengan yang sulit ditebak
Hindari pemakaian password yang pendek dan merupakan kata-kata umum yang terdapat pada kamus, baik kamus bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Biasanya hacker email akan mencoba satu persatu kata-kata yang berada di kamus untuk membuka email kita. Sebaiknya menggunakan password yang terdiri dari 6 karakter atau lebih. Lebih panjang lebih baik, namun jangan sampai kita lupa dengan password kita sendiri. Kemudian selipkan atau masukkan karakter-karakter yang bukan huruf atau angka ke dalam password kita. Bisa juga dengan mengkombinasikan huruf besar dan kecil pada password.

2. Hati-hati jika membuka alamat email dari tempat umum
Jika kita membuka e-mail dari kantor, warnet, rumah teman, rumah sodara, tetangga, dan sebagainya yang bukan komputer personal kita sendiri sebaiknya kita tidak mengetik langsung passwod melalui keyboard. Terkadang orang yang kita kenal maupun tidak kenal bisa memasang dan menginstall program mata-mata yang dapat mengetahui apa saja yang anda ketik di keyboard dan mengirimkannya ke email yang telah di set. Cara mengatasinya adalah bisa dengan program maouse keyboard yang ada di windows XP atau bisa kita pasang atau bawa sendiri dari disket atau cd atau dari mouse keyboard online di internet. Cara menggunakannya adalah dengan mengklik tombol-tombol yang tersedia pada perogram tersebut yang ditujukan ke form isian password. Cara lainnya adalah dengan copy paste dari tilisan yang ada ataupun yang telah kita siapkan. Jangan lupa mengacak password tersebut agak jangan sampai terbaca dan dapat dipahami orang lain yang membacanya. Buat website atau blog sederhana yang bersisi sandi-sandi yang hanya anda yang dapat memahaminya. Lalu copy paste saja dari sandi-sandi yang akan membentuk password alamat e-mail anda.

3. Hati-hati membuka email di komputer pribadi anda
Jalankan program-program anti virus ataupun anti spyware yang sudah update tidak lebih dari 2-3 bulan. Plus jalankan selalu program firewall ketika berselancar di internet untuk memblokir koneksi-koneksi yang tidak diinginkan baik dari dalam komputer kita maupun dari luar yang biasanya bertujuan buruk kepada kita. Program set yang saya rekomendasikan adalan AVG anti virus, Ad-Aware anti spyware dan McAfee firewall. Sering-seringlah menjalankan aplikasi tersebut dengan update definition dan patch untuk mengeliminasi segala kemungkinan masuknya virus dan spyware yang tidak kita kehendaki.

4. Ganti passwod alamat email anda secara berkala
Dengan mengganti secara berkala maka akan menyulitkan orang-orang yang hendak take over email anda. Namun sekali lagi jangan sembrono sehingga lupa dengan passwod anda.

5. Bedakan password account email yang satu dengan yang lain
Mengan begitu maka apabila salah satu account email kita jatuh ke tangan hacker maka kita memiliki email cadangan yang sudah lama kita gunakan.

6. Login pada website yang benar
Lihat pada browser kita apakah alamat untuk login ke dalam email kita sudah benar. Jangan sampai kita memasukkan passwod di website yang sengaja dibuat mirip untuk menjebak kita. Pahami betul sistem path penamaan address url yang biasa kita lewati. Jika anda curiga sebaiknya jangan login dan tanyakan ke orang lain yang lebih paham.

7. Gaul dong
Rajin mencari tahu perkembangan email hacking di situs-situs atau di mailing list. Dari waktu ke waktu para hacker akan menemukan dan menyempurnakan tehnik jahatnya untuk membuat anda sengsara karena kehilangan akses masuk ke email kita.

Jika anda telah kehilangan akses untuk masuk ke dalam alamat email anda maka gunakan tehnik recovery dengan memasukkan data-data yang ditanyakan serta mengklik link-link yang diperintahkan penyedia layanan email. Jika anda lupa dengan data tersebut atau data tersebut telah dirubah oleh hacker, maka segera ucapkan bye-bye dan selamat tinggak kepada alamat email lama anda dan segera buat alamat email baru dan jangan lupa untuk belajar dari kesalahan anda.

Semoga tips ini dapat berguna bagi kita semua ?

Apa itu jurusan TKJ?

Jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) adalah suatu jurusan yang terdapat di SMK/STM yang mempelajari seluk-beluk dunia komputer dan jaringan komputer, mulai dari cara instalasi SO (Sistem Operasi), menangani masalah pada PC, memperbaiki PC, membuat jaringan LAN atau yang lainnya, membuat WEB, dan masih banyak lagi.


Sekarang ini jurusan TKJ merupakan jurusan yang sangat populer/banyak peminatnya, meskipun banyak sekali saingan dari jurusan TKJ yaitu jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), jurusan Multimedia, dan lain-lain.

Jurusan TKJ sangatlah mudah untuk dipelajari hanya modal kemauan untuk belajar dan belajar. Saya juga dulu tidak tahu apa itu TKJ, tapi setelah sekolah di jurusan ini saya jadi banyak tahu mengenai bagaimana memperbaiki PC, menginstalasi Jaringan LAN maupun yang lainnya.

Dari segi peluang kerja setelah lulus sangat banyak peluangnya. Mulai dari menjadi teknisi komputer, teknisi jaringan, membuka toko komputer, atau bisa juga membuka warnet sendiri.

Jadi intinya bagi kalian yang akan segera lulus dari SMP masuklah ke SMK dengan jurusan TKJ.